Wednesday, 28 May 2014

SPEKSIFIKASI SAPI KAUR

Menindaklanjuti Artikel sebelumnya tentang SAPI KAUR disini penulis akan memberikan sedikit informasi tentang ciri-ciri Sapi Kaur, antara lain sebagai berikut :

1). Secara Morfologis

Sapi Kaur mempunyai morfologis yang khas, dimana sapi betina mempunyai tanduk yang panjang dan cenderung melengkung ke depan menerupai sabit dan tidak berpunuk. Sedangkan sapi jantan mempunyai tanduk lebih pendek. Selain itu sapi jantan mempunyai punuk dengan ukuran yang kecil. Sapi jantan dan betina memuipunyai glambir. Warna bulu sapi kaur dominan warna putih agak kekuningan (60%), merah bata (30%) atau kombinasi warna hitam, putih, bercak hitam keputihan dan merah (10%). Sapi jantan dewasa mempunyai bobot + 400 kg dan betina + 250 kg

2). Karakteristik
  • Sapi kaur memiliki daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan yang beriklim panas dan lembab serta pada kualitas pakan yang kurang baik
  • Sapi kaur memiliki sifat yang jinak
  • Bisa beradaptasi pada lahan perkebunan/pertanian
  • Secara sporadis sapi kaur jantan dapat dimanfaatkan sebagai penarik gerobak pasir, batu dan hasil pertanian lainnya
Untuk speksifikasi lebih terhadap khas sapi kaur,  masih diperlukan penelitian lebih lanjut serta dukungan berbagai pihak yang terkait.

Kami harapkan infomarsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis akan terus berusaha menggali terus tentang informasi sapi kaur. ini. Trims.

(Sumber : Bidang Pengembangan Usaha Peternakan Disnak dan Keswan Prov Bengkulu)

Saturday, 24 May 2014

SISTEM KANDANG KAMBING


A.     Fungsi, dan Persyaratan Kandang Kambing
Sebelum memulai usaha di bidang pertama kali yang perlu disiapkan adalah kandang kambing. Fungsi kandang yang baik meliputi :
1. Sebagai tempat tinggal bagi ternak yang dipelihara pemiliknya
2. Melindungi Ternak dari hujan, angin dan panas matahari serta gangguan binatang lain
3. Kandang memberikan kenyamanan bagi ternakdan gangguan dari luar
4. Mencegah terjadinya penularan penyakit, mengkonsumsi tanaman yang berbahaya bagi ternak kambing.
5. Kondisi kambing nyaman dan mudah melakukan kontrol
 6.Tatalaksana pemeliharaan lebih mudah dan tidak terpisah dengan temannya.
7. Kotoran ternak dapat di tampung dan dimanfaatkan
8. Memberikan kondisi iklim mikro yang sesuai dengan kebutuhan kambing, sehingga mampu mencapai produksi maksimal.
9.Sebagai tempat kawin dan beranak
10. Sebagi tempat merawat ternak yang sakit

Setelah mengetahui fungsi dari kandang maka akan memulai suatu usaha perlu memahami pesyaratan dalam membangun kandang meliputi:
1. Lokasi kandang mudah di jangkauan trasportasi
2. Cukup sinar matahari dan sirkulasi udara lancar
3. Bangunan kandang berdiri ditempat tidak becek dan drainase lancar
4. Lantai di buat miring dan selalu bersih bagi kandang panggung
5. Kandang di bangun tempat terbuka seketarnya di tanami tanaman pohon legum berkeliling
6.Letak kandang disesuaikan yang penting bau amoniak kandang di minimalisir.

Persyaratan bangunan kandang kambing yang layak huni adalah :
1. Dinding kandang memiliki ventilasi yang cukup
2. Lantai kandang tidak menempel di tanah dengan jarak minimal sekitar 50 – 75 cm (kandang panggung)
3. Lantai kandang dibuat berlubang antara1-2 cm mempermudah jatuhnya tinja dan kencing.
4. Lantai dasar dibuat miring dan di bagian tengah berlubang antara 10 – 15 cm untuk menampung kotoran (pupuk kandang)
5. Selalu di bersihkan setiap hari
6. Bila ada yang rusak segera dilakukan perbaikan agar tidak meluas
7. Bahan bangunan kandang disesuikan bahan yang ada di lokasi

B.     Sarana dan Prasarana Kandang
Dalam membangun kandang kambing perlu dilengkapi sarana dan prasarananya meliputi :
1.        Tempat pakan (palungan) : bahan membuat palungan dapat terbuat bambu atau papan serta alumunium anti karat yang tebal, disesuaikan dengan kemampuan dan keberadaan bahan. Ukuran dasar selebar 25 cm, tinggi 50 cm dan lebar bagian atas 50 cm atau dasar selebar 40 cm tinggi 60 cm dan lebar bagian atas 50 cm, sedang panjangnya menyesuikan kandang
2.       Tempat hijauan pakan : tempat ini sebagai wadah meleksi pakan hijauan sebelum diberikan kepada kambing. Pakan hijauan diharapkan tidak kotor, basah dan tercampur bahan pakan lain yang bisa merugikan kesehatan ternak. Wadah mirip palungan ini dibuat agak jauk dari kandang. Tempat ini digunakan untuk meletakkan, menyimpan, meniriskan dan sedikit melayukan hijauan sebelum diberikan kepada ternak.
3.       Tempat minum : tempat minum yang digunakan dapat dari ember, pralon, bahan plastik lain, atau bahan lokal. Tempat minum selau di bersihkan setiap hari dan air selalu tersedia serta tempat tak mudah air jatuh ke kandang.
4.      Tempat Kompos :berfungsi mengumpulkan kompos. Berada di kolong kandang panggung berupa lubang galian dalam tanah yang cukup agar menamung kotaran yang banyak. Kotoran kambing sebagai pupuk benyak mengandung nitrogen, kalium dan fosfor sehingga baik untuk memupuk tanaman. Setiap ekor kambing berat 50 kg dalam setahun dapat menghasilkan 1 ton. Selain untuk kompos kotoran kambing juga dapat di manfaatkan sebagai bahan biogas dan slutry sebagai pupuk.
5.       Pintu kandang : daun pintu kandang dibuat cukup lebar dan tinggi sehingga ternak dan maupun pemeliharanya dapat mudah keluar masuk kandang. Pintu kandang dapat di buat dari bahan bambu, papan kayu atau lainnya.
6.      Tangga : kandang panggung mutlak memerlukan tangga sebagai sarana naik turun ternak dan pemeliharannya. Tangga terbuat agak landai, tidak licin, dan terdapat alur-alur melintang guna menahan kaki ketika ternak berjalan naik turun tangga.
7.       Ruang utama : adalaah ruang utama ternak kambing untuk leluasa bergerak. Ruang utama kambing disesuaikan dengan jenis kambing.
8.      Lampu penerang : dapat dari neon atau lampu lain yang berfungsi memberikan penerangan kambing dan mejaga keamanan serta memudahkan kambing makan minum di waktu malam hari. Pemberian lampu bagi peternak yang usahanya sudah posisi menengah keatas serta sebagian kecil kelas rendah/tradisional menggunakan lampu.
9.      CC TV : bagi peternak yang usahannya sudah berorientasi komersial sudah memakai, berfungsi untuk menjaga keamanan atau menjaga pencurian ternak.

C.     Sarana Pendukung kandang kambing
Dalam memulai usaha kambing potong perlu ada sarana pendukung minimal yang harus di miliki antara :
1.        Sabit/Parang/ maksimal mesin choper
2.       Cangkul/sekop atau tranktor
3.       Sekop/Ember
4.      Linggis
5.       Gergaji/Palu
6.      Kartu Recording
7.       Ear Tag dan Tangnya
8.      Kalender Ternak

(Saduran : dari berbagai sumber)

MEMILIH BIBIT TERNAK KAMBING



Pemilihan Bakalan bertujuan untuk mendapatkan bibit ternak yang berkualitas produksinya baik dari segi daging maupun susu serta lingkungan yang sangat mendukung akan memberikan hasil yang baik. Dalam pemilihan bakalan/bibit ditekankan pada pada pemurnian dan peningkatan produksi dengan upaya seleksi genetik yang memperhatikan sifat-sifat unggul antara lain : kemapuan beranak kembar tinggi, pertumbuhan cepat dan produksinya sesuai yang diharapkan

SISTEM KANDANG SAPI POTONG



Tipe kandang berdasarkan bentuknya ada 2, yaitu kandang tunggal dan kandang ganda.  Kandang tunggal terdiri satu baris kandang yang dilengkapi orong jalan dan selokan atau parit.   Kandang ganda ada 2 macam yaitu sapi saling berhadapan head to head dan sapi saling bertolak belakang tail to tail yang dilengkapi lorong untuk memudahkan pemberian pakan dan pengontrolan ternak (Ngadiyono, 2007).  Fungsi kandang adalah melindungi sapi potong dari gangguan cuaca, tempat sapi beristirahat dengan nyaman, mengontrol agar sapi tidak merusak tanaman di sekitar lokasi, tempat pengumpulan kotoran sapi, melindungi sapi dari hewan pengganggu, dan memudahkan pelaksanaan pemeliharaan sapi tersebut (Abidin, 2006).

PEMULIAAN TERNAK SAPI



Tujuan utama pemuliaan ternak adalah meningkatkan produktivitas (produksi anak, pertumbuhan, dan produksi susu) melalui perbaikan mutu genetik.

A. Bibit ( Peraturan Menteri Pertanian No 54/ Permentan/OT.140/10/2006

1) Klasifikasi
 Bibit sapi Brahman Cross diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu :
(1) Bibit dasar (elite atau foundation stock), diperoleh dari proses seleksi rumpun atau galur yang mempunyai nilai pemuliaan di atas nilai rata-rata
(2)  Bibit induk (breeding stock), diperoleh dari proses pengembangan bibit dasar
(3) Bibit sebar (commercial stock), diperoleh dari pengembangan bibit induk.